Gempa, Ratusan Siswa Ummusshabri Selamatkan Diri

Berita

Ratusan siswa Ummusshabri Kendari menyelamatkan diri saat terjadi gempa, Saat kejadian para siswa dan guru sedang berada di dalam kelas, mereka menyelamatkan diri dari gempa dengan berlindung di bawah meja-meja sekolah, setelah gempa berhenti para siswa bergegas secara bersama sama dengan tertib keluar dari kelas dan berkumpul di lapangan depan bangunan 3 lantai Ummusshabri untuk menghindari gempa susulan yang mungkin saja terjadi, suara sirine yang meranug raung pun terdengar sebagai tanda adanya bencana yang terjadi, suasana kepanikan luar bias tampak dari raut muka para siswa. Suara dari guru melaui pengeras suara pun berkumandang mengarahkan siswa untuk tidak panik dan secepatnya bisa keluar dari ruangan dengan selamat.

Kejadian ini sebenarnya hanyalah merupakan simulasi penanganan bencana saat terjadinya gempa (Kamis,18 April 2019). Kegiatan simulasi penanganan bencana gempa ini digelar oleh Taruana Siaga Bencana ( Tagana ) Dinas Sosial provinsi Sulawesi Tenggara yang mengambil lokasi di Pesantren Ummusshabri Kendari.

Sebelum dilaksanakan simulasi tim Tagana telah memberikan petunjuk bahwa saat terjadi gempa, siswa ataupun guru sesegra mungkin mengamankan dirinya dengan masuk ke bawah meja atau dengan mengambil sesuai untuk melindungi kepala mereka agar tidak tertimpa sesuatu yang terjatuh dari atas, dan setelah gempa, guru atau wali kelas yang berada dalam kelas mengarahkan siswanya untuk keluar kelas secara teratur menuju lapangan tempat yang dianggap aman.

Menurut Muh Zulkarnain. SE, M.Si Kepala Seksi Bencana Alam Dinas Sosial Prov Sultra mengatakan bahwa Kegiatan ini bertujuan meningkatnya pemahaman dan kesiapan guru maupun para siswa terhadap potensi bencana dan prosedur cara penanganannya selain itu untuk memberikan edukasi kepada siswa dan guru untuk bersiap secara dini menghadap bencana gempa yang kapan saja bisa terjadi, sehingga saat kejadian sesunggunya siswa dan guru mengetahui prosedur penyelamatan diri dari bencana tersebut.ā€¯tuturnya saat memberikan pengantar kata mengawali kegiatan simulasi.

Kegiatan simulasi yang baru pertama kali dilaksanakan di Pesantren Ummusshabri Kendari ini disambut antusias oleh para siswa dan guru (IK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *