Empat Guru Tamu Mengajar di UMMUSSHABRI

Berita

Sebagai upaya meneguhkan “Ummusshabri goes to Internasional”, maka  dalam beberapa tahun terakhir ini Madrasah Terpadu dalam lingkup yayasan Ummusshabri Kendari selalu mendatangkan native speaker khususnya setelah dibukanya kelas Unggulan CIBI (Cerdas Intelektual Berbasis Islami) dan CIBER (Cerdas Intelektual Berbasis Religius).

Pada hari jum’at lalu (4/10) Ummusshabri  kembali mendatangkan 4 native speaker yaitu; Mr. Robert Herman, Mr. Bryan Stic, Mr. Dave Phatrean dan  Mr Ron. Kedatangan mereka kali  ini untuk mendukung kegiatan pembiasaan berbahasa asing bagi guru dan siswa Ummusshabri Kendari mulai dari tingkat  Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Menurut Sekretaris Yayasan Ummusshabri Bambang Suprayitno, M.Pd.I, bahwa “Dengan mendatangkan native speaker para siswa  akan terbiasa dengan bahasa asing dari penutur aslinya sehingga dengan interaksi antara siswa dengan native speaker ini,  mereka dapat mempraktekkan langsung bahasa yang mereka dapatkan, baik bersama temannya, gurunya maupun dengan native speaker”. Bambang juga berharap dengan hal ini lebih menumbuhkan motivasi siswa untuk selalu belajar dan meningkatkan kompetensi bahasa asingnya, “tambahnya.

Menurut Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari Dr. Supriyanto. MA menjelaskan bahwa era persaingan global saat ini meniscayakan lembaga pendidikan untuk menpersiapkan diri baik dengan mendatangkan native speaker ke sekolah maupun dengan cara mengikutsertakan guru dan siswa dalam berbagai kegiatan berskala internasional. Inilah yang dilakukan oleh Ummusshabri dalam beberapa tahun belakangan. Ujarnya.

Sudah beberapa kali Ummusshabri mengutus guru-guru mengikuti pelatihan ke beberapa negara seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, Malaysia dan lainnya. Termasuk juga mengikutsertakan para siswanya mengikuti berbagai ajang internasional seperti HKIMO, Mathematic International Olympiade dan lainnya. Siswa Ummusshabri rutin setiap tahun mengikutsertakan siswanya sebanyak 20 orang siswa untuk mengikuti ajang International Culture Exchange Camp yang diselenggarakan di Bangkok Thailand dan diikuti oleh 12 negara. Selain itu juga mengikutsertakan siswanya dalam kegiatan international adventure camp. Semua ini dilakukan agar anak-anak Ummusshabri siap menjadi masyarakat dunia yang menjadi tuntutan di era sekarang. Supriyanto berharap agar mitra-mitra yang sudah terjalin baik secara kelembagaan maupun perorangan di luar negeri terus dapat diwujudkan konsep kerjasamanya dalam bentuk program kerja. (Gt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *